Senin, 05 Oktober 2009

Pengalaman dalam Berkoperasi

Dalam menyusun artikel ini, saya berusaha memenuhi prosedur tugas mata kuliah Ekonomi Koperasi dengan cara melakukan wawancara terhadap seseorang yang pernah bergabung dalam kegiatan koperasi. Dalam wawancara yang saya lakukan ini, target yang akan saya capai adalah mengetahui apa saja pengalaman narasumber selama beliau bergabung dalam kegiatan koperasi. Sehingga saya pun dapat menceritakan kembali pengalaman beliau dengan menggunakan bahasa saya sendiri melalui artikel ini.

Akhirnya saya pun mendapatkan seorang narasumber yang saya pikir sangat tepat untuk saya wawancarai seputar pengalaman dalam berkoperasi. Beliau adalah suami dari salah seorang saudara sepupu saya. Dari beliau saya dapatkan informasi yang padat dan aktual, juga mudah dipahami. Beliau bekerja pada salah satu bank ternama di Indonesia, yaitu Bank Indonesia. Beliau bergabung dalam Koperasi Pegawai Bank Indonesia (Kopebi), yang berlokasi di kota Balikpapan. Tepatnya koperasi tersebut beralamat di Jalan Jenderal Sudirman no. 20, Balikpapan. Dua tahun lalu beliau pernah menjadi pengurus selama kurang lebih 1,5 tahun, namun saat ini beliau telah berubah jabatan menjadi anggota.

Beliau bergabung di koperasi ini secara otomatis semenjak menjadi pegawai Bank Indonesia pada Juli 2004 di Balikpapan. Sebelumnya kedudukan beliau di koperasi tersebut yaitu sebagai seksi usaha. Yang bertugas mengurus apa-apa yang dilakukan koperasi tersebut agar memberikan manfaat yang maksimal bagi para anggotanya. Karena menjadi pengurus koperasi hanya menjadi pekerjaan tambahan di luar pekerjaan kantor, jadi beliau mengaku tugasnya di koperasi sering terbengkalai. Para anggota koperasi tersebut merupakan seluruh pegawai kantor Bank Indonesia Balikpapan, baik karyawan organik (karyawan tetap), maupun karyawan non organik (karyawan tidak tetap/kontrak yang melaksanakan pekerjaannya di kantor Bank Indonesia Balikpapan, seperti supir, satpam, ob, sampai petugas cleaning service).

Pengurus koperasi tersebut berasal dari karyawan organik, jumlahnya sekitar 8 orang, namun pengurus yang aktif biasanya cuma 2-3 orang. Bidang usaha koperasi tersebut adalah mulai dari simpan pinjam, penyediaan barang-barang konsumsi harian (toko), sampai ke pengadaan barang lainnya secara kredit bagi anggotanya. Jumlah anggota koperasi sekitar 100 orang. Selain pengurus yang berasal dari karyawan, koperasi memperkerjakan 2 orang tambahan untuk mengurus toko dan pekerjaan lainnya.

Modal usaha simpan pinjam berasal dari simpanan anggota. Tapi kemudian untuk membantu anggotanya, koperasi juga menyalurkan kredit bagi anggotanya dalam jumlah yang lebih besar dengan menggunakan modal tambahan dari pinjaman bank umum. Usaha penyediaan barang-barang konsumsi pada beberapa tahun lalu menjadi sumber kerugian, karena hanya sedikit karyawan yang mau membeli barang-barang konsumsi di koperasi tersebut. Hingga kemudian tokonya diperkecil, stok barangnya dikurangi dan karyawannya dikurangin agar modal koperasi tidak banyak yang tertahan di toko.

Demikianlanlah sedikit pengalaman yang beliau dapatkan selama bergabung menjadi anggota koperasi. Sejak menjadi pengurus hingga sekarang beliau cukup menjadi anggota koperasi tersebut. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi siapa pun yang membacanya. Dan pembaca dapat pula mengoreksi kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam petikan artikel ini.

Novia Respati, 2EB01

2 komentar:

  1. teman jangan lupa yah masukin link gunadarmanya k dalam blog kamu. Sekarang kan sudah mulai softskill, sebagai salah satu mahasiswa gunadarma ayo donk masukin link gunadarmanya, misalkan:
    www.gunadarma.ac.id
    www.studentsite.gunadarma.ac.id
    www.baak.gunadarma.ac.id
    www.ugpedia.gunadarma.ac.id
    :)

    BalasHapus
  2. tolong saling follow ya^^ ,ini nama blog saya http://khansa-mutia.blogspot.com/

    BalasHapus